Kamis, 11 Juni 2009

Seperti Habis Digebukin....

Hari ini adalah hari paling menyebalkan dan melelahkan buat saya....
Kenapa coba????
Hari ini banyak sekali telp bahkan email yang ditujukan ke saya. Semua seperti "ngejar2 and push" saya, duh....rasanya seperti mo pecah kepala ini.
Mulai dari top manager sampe ke level kuli alias staff....Busyet dech...babak belur nich klo ibarat kena pukul mah. Inilah terkadang membuat saya berpikir, seperti inikah nasib ketika kita menjadi pekerja yang bekerja dibawah tekanan?
Apalagi saat kita berada di posisi bawah. Lalu bagaimana dengan orang2 yang berada dibawah kita?

Saya mungkin segilintir orang dari orang2 Indonesia yang merasakan seperti ini. Bekerja jadi bawahan lebih banyak dapat sakit hatinya daripada senang hati. Terlebih lagi penghasilan kita yang jauh sekali dari besarnya tanggungjawab kita. Ibarat kata mah "Kedudukan Staff tapi gaji Kuli terus tanggungjawab bak Manajer"......

Saya merasa dan bertanya-tanya, "Apa saya harus bertahan disini? Klo pun pindah, mau kemana and apakah akan jauh lebih baik?" Hmmmm.... Saya yakin bahwa Alloh itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dia Maha Tahu mana yang terbaik buat hamba-Nya. Yah, yang bisa saya lakukan cuma berusaha dan berdoa, yah cuma itu modal buat maju terus melewati titan perjalanan hidup... The Life Must Go On.

Ada yang membuat hati saya menjadi sebel bahkan jikalau mungkin bukan lagi hati tapi fisik yang berbicara untuk bisa menahannya. Yah, ini karena perkataan seseorang yang punya posisi sama seperti saya yang bisa diambil kesimpulan bahwa dia TIDAK PROFESIONAL. Kenapa?
Sebagai seorang personil yang bertugas dan bertanggungjawab untuk mengkontrol kualitas or nama bekennya mah QC Staff, tidak seharusnya berkata "Klo mo kirim barang itu harusnya produksi sudah menyipakan barang produknya sehari sebelumnya, biar kita gak buru2 waktu QC nya...". Secara teori dan SOP itu sangat benar sekali, tapi yang namanya sistem itu tidak selalu sempurna karena akan berbeda jika kondisi dilapangan yang terjadi adalah rwa-material bin bahan baku yang dibutuhkan tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dalam hal ini kurang dari normalny bahkan cenderung tidak ada, nah mau tidak mau bagian produksi harus menunggu bahan baku tersebut tersedia, jika tidak ada atau minim sapa yang harusnya disalahkan? Apakah orang2 yang bertugas untuk produksi yang disalahkan?

Ketidak profesionalan sepertinya terlihat dari kalimat seorang personil yang tidak melihat kondisi real dilapangan. Inilah yang terjadi. Bahkan terkadang mereka ingin "AMAN" terhadap kesalahan2 yang seharusnya secara struktur merekalah yang bertanggungjawab....

Yah....
Inilah kondisi real bekerja sebagai KULI di negeri yang indah ini...

Tidak ada komentar: